Rabu, 23 Maret 2016

Fakta – Fakta Seputar Metformin : Antidiabetika Oral 

        Metformin merupakan obat lini pertama untuk pradiabetes maupun diabetes tipe II, khususnya untuk pasien-pasien dengan kelebihan berat badan (obesitas) serta fungsi ginjal yang normal. Obat ini dapat digunakan sebagai terapi kombinasi dengan antidiabetes lain. Perhatian khusus terhadap obat ini sangat dibutuhkan mengingat tingginya prevalensi penggunaan obat sehingga risiko efek samping yang tidak diharapkan mungkin akan terjadi. 
      Metformin memiliki efek untuk mengurangi produksi glukosa hepatik. Selain itu, metformin meningkatkan penggunaan glukosa insulin yang dimediasi pada jaringan perifer (seperti otot dan hati), terutama setelah makan dan memiliki efek antilipolitik yang menurunkan konsentrasi asam lemak bebas serum, sehingga mengurangi ketersediaan substrat untuk glukoneogenesis. Metformin juga meningkatkan penggunaan glukosa usus melalui metabolisme tanpa penggunaan oksigen. Laktat yang dihasilkan oleh proses ini sebagian besar dimetabolisme di hati sebagai substrat untuk glukoneogenesis, sehingga efek samping dari penggunaan obat ini sering dikaitkan dengan asidosis laktat. Efek yang terakhir bisa melindungi terhadap hipoglikemia.               
      Mekanisme molekuler dari metformin tidak sepenuhnya diketahui. Aktivasi enzim AMP yang diaktivasi oleh protein kinase (AMPK) tampaknya menjadi mekanisme yang menurunkan serum lipid dan konsentrasi glukosa darah. Hal tersebut kemudian menekan lipogenesis dan menurunkan lemak selular sintesis asam di hati dan otot, yang pada gilirannya meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar glukosa darah. 


Indikasi on label
·         Terapi diabetes tidak bergantung insulin
      Indikasi on label metfomin saat ini adalah sebagai obat antidiabetes terutama diabetes tipe II yang tidak bergantung pada insulin disertai kelebihan berat badan (Overweight). Namun metformin memiliki beberapa khasiat off label yang telah digunakan berdasarkan pengobatan berbasis bukti.

 Indikasi off label 
·         Pengobatan sindrom ovarium polikista
     Metformin secara umum diberikan kepada wanita dengan indeks massa tubuh diatas normal dengan adanya diabetes mellitus tipe II. Namun, pada wanita dengan indeks massa tubuh normal obat ini sering diberikan dokter. Berdasarkan penelitian secara klinis, metformin dapat mencegah potensi infertilitas dikarenakan sindrom ovarium polikista (PCOS) dan mengurangi keadaan tidak terjadinya ovulasi. Bagaimana bisa ?
     Hubungan antara metformin dan infertilitas ada pada masalah kadar insulin dimana wanita infertilitas karena PCOS sebagian besar mengalami resistensi insulin. Oleh karena itulah, metformin diberikan.
       Resistensi insulin ternyata juga berpengaruh terhadap anovulasi sel telur yang ditandai dengan pelepasan sel telur yang belum matang. Obat-obat yang menstimulasi indung telur dapat meningkatkan terjadinya kasus bayi kembar. Namun metfomin tidak memiliki efek demikian sehingga obat ini tidak bisa dikaitkan dengan peningkatan bayi kembar dua, tiga maupun kelahiran lain. Pemberian metformin bertujuan untuk mengontrol dan memulihkan produksi insulin ke tingkat normal dan mengobati PCOS dan fertilitas meningkat. 

• Penurun berat badan
        Metformin merupakan obat hipoglikemik oral golongan biguanida yang menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan produksi glukosa di hati, menurunkan absorpsi glukosa di usus dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan ambilan dan penggunaan glukosa di jaringan perifer, tanpa merangsang sekresi insulin sehingga risiko hipoglikemia sangat jarang terjadi kecuali pada keadaan tertentu sepertu asupan kalori yang kurang dan aktivitas fisik berat. 
         Uji klinik yang dilakukan bersifat multisenter, acak dan buta ganda, melibatkan 77 remaja obesitas yang mendapatkan metformin XR 2.000 mg/hari dan modifikasi gaya hidup dibandingkan modifikasi gaya hidup tunggal dan plasebo selama 48 minggu dan dilanjutkan 48 minggu dengan follow up lanjutan tanpa terapi. Hasil penelitian memperlihatkan, remaja obesitas yang mendapatkan metformin XR dan modifikasi gaya hidup mengalami penurunan BMI sebesar 0,9 dibandingkan peningkatan BMI sebesar 0,2 di kelompok remaja obesitas yang mendapatkan plasebo dan modifikasi gaya hidup. Perbedaan tersebut menetap dalam follow up 6 bulan setelah terapi metformin dihentikan. 
        Salah satu peneliti yaitu Darrel M Wilson dari divisi Endokrin dan Diabetes Anak dari Universitas Stanford menyimpulkan metformin berperanan penting sebagai terapi obesitas pada remaja, meskipun penelitian jangka panjang masih diperlukan untuk efek metformin terhadap risiko penyakit lain yang disebabkan oleh obesitas. 

• Anti Aging dan Anti Kanker
          Suatu hasil penelitian yang menarik dari Universitas Montreal mengungkap mekanisme molekuler dari obat diabetes metformin dalam menghambat proses aging. Para peneliti menyatakan bahwa metformin mampu menurunkan produksi dari sitokin pro-inflamasi yang memiliki peranan dalam aktivasi sistem imun, adapun jika produksi dari sitokin ini berlebih dapat mencetuskan proses inflamasi yang bersifat patologis yang menjadi penyebab kerusakan jaringan dalam proses aging dan membantu perkembangan tumor. Pada kondisi normal, sel mensekresi sitokin inflamasi untuk mengaktifkan sistem imun dalam menangkal masuknya infeksi, akan tetapi produksi sitokin secara terus menerus dapat menyebabkan sel menjadi tua (aging).      
        Dalam studi yang dilakukan ini terlihat bahwa metformin mencegah sintesis sitokin secara langsung pada tingkat regulasi gen. Gen yang mengkode sitokin tetap berfungsi normal, akan tetapi protein yang memicu aktivasinya yang bernama NF-kB tidak dapat menjangkaunya di dalam inti sel karena dihambat oleh metformin . 



1. How Metformin Prevents Aging And Cancer Progression http://www.medicalnewstoday.com/releases/258324.php 
2. Moiseeva O, Deschênes-Simard X, St-Germain E, Igelmann S, Huot G, Cadar AE, et al. Metformin inhibits the senescence-associated secretory phenotype by interfering with IKK/NF-κB activation. [Internet] 2013 [cited on March 22nd 2013]. Available from: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/acel.12075/abstract 
3. Scientists Discover How Drug Prevents Aging and Cancer Progression [Internet] 2013 [cited on March 22nd 2013]. Available from: http://www.sciencedaily.com/releases/2013/03/130327093604.htm 

    Masih banyak beberapa penelitian yang menunjukkan indikasi lain dari metformin seperti efek antidepresan http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24862430 dan efek potensial lain seperti analgesic dan antiinflamasi. 
 Dosis 
        Dosis awal 500 mg : 1 tablet 3 kali sehari. Pemberian Metformin 500 mg dalam beberapa hari biasanya cukup dapat mengendalikan penyakit diabetes, tetapi tidak jarang efek terlambat dicapai sampai dua minggu. Apabila dosis yang diinginkan tidak tercapai, dosis dapat dinaikkan secara berhati-hati (maksimum 3 gram sehari). Bila gejala diabetes telah dapat dikontrol, dosis dapat diturunkan. Pada pengobatan kombinasi dengan sulfonilurea, mula-mula diberikan 1 tablet Metformin 500 mg, dosis dinaikkan perlahan-lahan sampai diperoleh kontrol optimal. Dosis sulfonilurea dapat dikurangi, pada beberapa pasien bahkan tidak perlu diberikan lagi. Pengobatan dapat dilanjutkan dengan metformin sebagai obat tunggal. Tablet diberikan bersama makanan atau setelah makan. 
Efek samping 
• Gastrointestinal: Diare (53.2%), mual muntah (25.5%), flatulensi (12.1%), (1% to 10%): Indigestionabdominal discomfortabnormal stools, dispepsia, loss of appétit. • Hematologi: Subnormal vitamin B12 (kurang dari 0,01%). • Hepatologi Sangat jarang (kurang dari 0.01%): Abnomalitas hepar, hepatitis • Kardiovaskular: (1% to 10%): Chest discomfortflushingpalpitation • Dermatologi: Rashnail disorder (1-10%) eritema, pruritus, urticaria (0,01%) • Sistem saraf:Lightheadednesstaste disturbances, anoreksia (1-10%) • Psikiatrik: Sakit kepala (1-10%) • Respiratori: Rhinitis (1-10%) 
Peringatan 
• Bagi anak-anak dan wanita hamil, sesuaikan dosis dan pemakaian dengan anjuran dokter. 
• Obat ini aman pada ibu hamil namun tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang menyusui karena      dapat tercampur ke dalam ASI. 
• Harap berhati-hati bagi pengidap gangguan ginjal dan hati, asma, serta anemia.
• Harap waspada bagi yang sedang mengalami diare, muntah-muntah, dehidrasi, serta yang dalam 48    jam terakhir baru menerima suntikan semacam tinta untuk pemeriksaan medis X-ray. 
• Selama mengonsumsi obat ini, periksakan diri Anda secara rutin guna memantau perkembangan         kadar gula darah Anda. 
• Obat ini tidak boleh dikonsumsi dengan minuman keras karena dapat berinteraksi dengan alkohol. 
• Jangan berhenti mengonsumsi obat ini tanpa mendiskusikannya dengan dokter.
• Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Cara mengkonsumsi metformin dengan baik dan benar 
- Pastikan Anda mengonsumsi metformin sesuai dengan anjuran apoteker atau dokter. Baca informasi yang   tertera pada kemasannya sebelum mulai mengonsumsi obat ini. Jika ragu, hubungi apoteker anda. 
- Metformin dianjurkan untuk dikonsumsi saat makan atau segera sesudah makan. 
- Menjaga pola makan yang seimbang dan berolahraga secara teratur akan membantu memaksimalisasi efek metformin. 
- Selama menggunakan obat ini, hindari minuman keras karena dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko asidosis laktat (penumpukan asam laktat dalam tubuh). 
- Jika Anda mengonsumsi metformin dalam bentuk bubuk, minumlah dengan sekitar 150 ml air putih. Jika Anda mengonsumsi bentuk tabletnya, telan secara utuh dan jangan menghancurkan atau mengunyah tablet metformin. 
- Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. 
- Usahakan untuk mengonsumsi metformin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya. Pemeriksaan secara rutin sebaiknya dilakukan untuk memantau kadar gula darah serta kesehatan kaki dan mata.
- Mengenali gejala-gejala hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) serta hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi) juga sangat penting sebagai langkah antisipasi bagi penderita diabetes. 
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi metformin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis metformin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat. 

 Kenali Efek Samping dan Bahaya Metformin Sama seperti obat lain 
      Metformin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat mengonsumsi obat antidiabetes ini adalah: 
 • Mual dan muntah 
 • Penurunan nafsu makan
 • Sensasi rasa logam dalam mulut
 • Sakit perut 
 • Batuk dan suara serak
 • Nyeri otot dan kram
 • Lemas dan mengantuk


Tidak ada komentar:

Posting Komentar