Minggu, 17 April 2016

Hipoglikemia Disebabkan Obat-Obatan



Waspadai Hipoglikemia Karena Obat-Obatan

Kadar glukosa darah yang normal adalah tujuan terapi dari pemberian obat antidiabetes oral. Namun, sebagian besar obat-obatan ini memiliki efek samping serius yang harus dipertimbangkan, yaitu hipoglikemia. Hasil survey menunjukkan sebagian besar pasien diabetes yang menerima terapi antidiabetika oral mengalami hipoglikemia. Hipoglikemia akan menyebabkan terganggunya sistem tubuh seperti sistem hormon dan kardiovaskular. Gejala yang akan tampak dari hipoglikemia adalah sering berkeringat, pusing, kesulitan berkonsentrasi dan denyut jantung meningkat. Menurut Hepburn (1991), Terdapat dua kelompok gejala hipoglikemia berdasarkan reaksi tubuh.
    Autonomic, ditandai dengan gejala gemetar, gelisah dan berkeringat
   Neuroglikopenia, ditandai dengan gejala mengantuk, bingung, kelelahan, sulit berkonsentrasi  dan sulit berbicara.
Praktisi kesehatan baik dokter, apoteker maupun perawat harus selalu memantau kondisi pasien diabetes yang menerima obat-obatan antidiabetika oral. Selain terapi insulin, Telah diketahui daftar obat-obatan yang menyebabkan hipoglikemia.

1. Sulfonilurea
Sulfonilurea merupakan obat antidiabetika oral. Obat ini bekerja dengan memacu pelepasan insulin dari sel beta pankreas dengan cara berikatan dengan reseptor sulfonilurea pada sel beta pankreas yang menyebabkan inhibisi efluks ion kalium dan menyebabkan depolarisasi dan pelepasan insulin. Pemakaian sulfonilurea jangka panjang pada pasien diabetes dapat menurunkan kadar serum glukagon yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia. Mekanisme inhibisi glukagon ini terjadi karena stimulasi pelepasan insulin dan somatostatin menghambat sekresi sel alfa pankreas. Obat-obatan yang populer dari golongan suflonilurea adalah glibenklamid, gliklazid dan glimepirid. Glibenklamid merupakan obat yang menyebabkan risiko tertinggi terjadinya hipoglikemia. 

2.   Meglitinid
Meglitinida juga merupakan obat antidiabetika oral yang bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin sel beta pankreas dengan mengatur efluks kanal kalsium. Meglitinide memiliki tempat perlekatan (binding sites) yang sama dengan yang dimiliki oleh golongan sulfonilurea. Obat yang termasuk dalam golongan meglitinide yaitu repaglinid. Repaglinid berisiko menimbulkan hipoglikemia bila pasien tidak segera makan setelah mengkonsumsi obat, atau makan dengan jumlah karbohidrat yang tidak adekuat.  Golongan obat ini memiliki risiko hipoglikemia yang lebih ringan dibandingakan penggunaan sulfonilurea.

3.   Beta Blocker Non Selective
Beta blocker non selective merupakan obat yang diindikasikan untuk hipertensi. Penggunaan obat ini ternyata menyebabkan risiko hipoglikemia yang serius. Obat ini tidak hanya menghambat reseptor β1 yang terdapat pada jantung, namun juga menghambat reseptor β2 yang terdapat pada saluran pernafasan dan hati. Penghambatan reseptor beta pada hati akan menghambat proses glikogenolisis dan glukoneogenesis, yang mengakibatkan tidak terbentuknya glukosa baru. Obat ini juga mestimulasi pelepasan insulin melalui peningkatan influks kalsium. Beberapa obat beta blocker non selective seperti propranolol, sotalol dan timolol tidak disarankan untuk pasien diabetes. Namun pemberian beta blocker selective seperti bisoprolol, atenolol dan metoprolol telah terbukti menurunkan risiko hipoglikemia pada pasien hipertensi disertai  diabetes. 

Gambar 1. Pengaruh  Beta blocker non selective  terhadap kadar glukosa darah 


4.   Salisilat
Salisilat merupakan obat yang sering digunakan dalam pengobatan demam, nyeri dan inflamasi. Salisilat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sekresi insulin yang distimulasi glukosa (glucose - stimulated insulin secretion) pada orang normal dan pasien diabetes. Salisilat menghambat sintesis prostaglandin pada berbagai jaringan, termasuk jaringan pankreas. Penurunan produksi prostaglandin di pankreas berhubungan dengan peningkatan sekresi insulin, dibuktikan dalam penelitian sebelumnya bahwa pada orang normal, infus prostaglandin E2 dan analog E2 termetilasi menghambat respon insulin akut setelah asupan glukosa. Antiinflamasi selain salisilat juga telah terbukti menyebabkan hipoglikemia, yaitu indometasin.

5.   Florokuinolon
Florokuinolon merupakan antibiotik yang secara luas menghambat aktivitas enzim DNA girase dan topoisomerase IV. Mekanisme florokuinolon menyebabkan hipoglikemia belum diketahui secara jelas. Namun, penelitian klinis menunjukkan penggunaan obat golongan florokuinolon ciprofloxacin, gatifloxacin, levofloxacin, moxifloxacin, norfloxacin, ofloxacin dan rofloxacin. menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Beberapa peneliti menduga efek hipoglikemia ini disebabkan karena perangsangan sel beta pankreas yang memicu pelepasan insulin yang menurunkan kadar glukosa darah. 


AACE telah merilis obat-obatan antidiabetika oral yang menyebabkan hipoglikemia yang dapat dilhat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2. Benefit and Risk Antidiabetika Oral 


 Berdasarkan gambar di atas, bukan hanya hipoglikemia tetapi juga potensi gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung, peningkatan berat badan dan cedera otot merupakan efek samping yang harus dipertimbangkan dalam menentukan terapi obat-obatan antidiabetes. 

 Right Decision Right Therapy



Tidak ada komentar:

Posting Komentar