RISK AND BENEFIT
NEBIVOLOL : ANTIHIPERTENSI (Beta Blocker)
Generasi III
Hipertensi
merupakan silent killer karena
menyebabkan komplikasi pada organ-organ vital tanpa disadari penderita. Beta blocker merupakan pilihan obat yang
aman dan efektif sebagai langkah awal terapi hipertensi. Namun, berdasarkan
pedoman dari JNC 8 saat ini dikatakan bahwa beta
blocker tidak sesuai digunakan sebagai first
line therapy karena komplikasi yang ditimbulkan. Dalam Review kali ini akan
membahas terkait Nebivolol sebagai beta
blocker terbaru generasi III.
Data statitik
riskesdas tahun 2013 menyatakan 25,8% penduduk indonesia diatas 18 tahun
mengidap hipertensi. Dengan kata lain, ¼ lebih penduduk indonesia cenderung memiliki
tekanan darah di atas rata-rata. Beta blocker memang bukanlah sebagai lini
pertama untuk terapi hipertensi namun obat golongan ini terutama beta blocker
selectif merupakan alternatif yang lebih aman untuk pasien dengan komplikasi COPD, asma, diabetes dan penyakit jaringan perifer.
Nebivolol
merupakan beta bloker generasi III yang bersifat sangat selektif terhadap
reseptor β1-adrenergic dan mempunyai
kemampuan sebagai vasodilator secara langsung. Nebivolol juga tidak
mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan lipid.
Nebivolol
adalah derivat dari propanolol yang mempunyai struktur D- dan L-isomer.
Strukutur D-isomer dari nebivolol yang mempunyai hubungan dengan sifatnya
sebagai selective β1-blocking dan mild vasodilator. Sedangkan L-isomer berperan
menstimulasi β3-receptor yang akan mengaktifkan eNOS sehingga terjadi pelepasan
nitric oxide. Nitric oxide yang tersebar pada sel otot polos pembuluh darah
mengaktifkan guanylil cyclase. Guanylil cyclase yang sudah aktif kemudian
mengubah guanosine triphosphate (GTP) menjadi cyclic guanosine monophosphate
(cGMP). cGMP selanjutnya menyebabkan pelepasan ion kalsium pada sitoplasma ke
reticulum sarkoplasma. Lepasnya ion kalsium ini akan menimbulkan relaksasi pada
elemen kontraktil dan dilatasi pembuluh darah.
Mekanisme Nebivolol via nitric oxide
Beta-blocker sudah terbukti memiliki
kemampuan dalam meningkatkan fungsi ventrikel setelah penggunaan dalam jangka
waktu lama. Sedangkan nebivolol, mempunyai efek dalam meningkatkan fungsi
ventrikel walaupun dalam jangka waktu pendek. Nebivolol juga dapat meningkatkan
peak filling rate dan compliance ventrikel kiri, hal ini
disebabkan karena vasodilatasi pembuluh darah perifer dan dilatasi vena
sehingga volume ventrikel kanan berkurang dan pengisian pada ventrikel kiri
menjadi lebih baik.
Nebivolol juga
mempunyai efek menghambat enzim yang menghasilkan superoksida (O2-) seperti
nicotinamidedifosfate [NAD(P)H] oxidase, mitokondria dan siklooksigenase.
Superoksida berperan dalam pengaktifan peroksinitrat (ONOO-) yang menghambat
eNOS dalam menghasilkan nitric oxide. Nebivolol dikatakan meningkatkan fungsi
endotelium melalui penurunan produksi superoxide, penurunan infiltrasi makrofag
dan penghambatan [NAD(P)H] oxidase.
Menurut munzel
(2009), Nebivolol selain memiliki efek beta 1 antagonis dan beta3 agonis secara
tidak langsung obat ini juga menghambat pelepasan LDL (Low Density Lippoprotein) oleh karena adanya aktivasi dari Nitric Oxide.
Namun obat ini
juga memiliki kelemahan, Efek samping dari penggunaan nebivolol antara lain
lemas, sakit kepala, bradikardia, insomnia dan pusing. Penggunaan nebivolol
masih kontraindikasi pada pasien dengan syok kardiogenik, severe bradycardia, AV nodal
block greater, decompesated heart
failure dan severe hepatic disease.
RUJUKAN
1.
Rosei EA, Rizzoni D. Metabolic Profile of
Nebivolol, a β-Adrenoceptor Antagonist with Unique Characteristics. Departemen
of Medical and Surgical Sciences, Clinica Medica, University of Brescia, Italy.
2007;67(8):1-11
2.
Aram VC. National High Blood Pressure Education
Program. The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention,
Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII). U.S.
Departement of Health and Human Services; 2003;03:5233
3.
Weiss R. Nebivolol: a novel beta-blocker with
nitric oxide-induced vasodilatation. Androscoggin Cardiology Associates.
2006;2(3):303-3
4.
Munzel T, Gori T. The Somewhat-Different
β-Adrenergic Receptor Blocker. Journal of the American College of Cardiology.
2009;54(16):1491-1499
5.
Gray CL, Ndefo UA. Nebivolol: A New
Antihypertensive Agent. American Journal of Health-System Phramacy.
2008;65(12):1125-1133